Thu 11 Aug 2005
Politik luar negeri Indonesia selama ini menurut seorang pakar, lebih cenderung berorientasi sesuai dengan selera Presiden. Pada masa Bung Karno, politik luar negeri kita adalah anti barat, sedangkan pada masa Pak Soeharto politik kita adalah mendukung barat. Saat ini Indonesia perlu melaksanakan politik luar negeri yang lebih berpihak, terutama kemasalah-masalah seperti hak asasi manusia, lingkungan, jender, dan kemiskinan. Pandangan ini disampaikan dalam Seminar Mencari Desain Baru Politik Luar Negeri Indonesia di Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.
Perlu strategi agar lebih banyak orang Indonesia berkiprah di lembaga PBB, IMF, dan WTO sehingga suara Indonesia lebih didengar. Hal ini terasa sekali mengingat 2 kasus luar negeri Indonesia, yakni Kasus Referendum di Timor-Timur dan Sengketa Pulau Ligitan dan Sipadan, dimana akhirnya Indonesia gagal mempertahankan wilayah RI tersebut.
Saat ini paling tidak ada tiga agenda yang harus dihadapi : Tindak lanjut kesepakatan damai GAM-RI, sengketa Pulau Ambalat, pelaksanaan dan Peninjauan Otonomi Khusus Papua, agenda diatas hendaknya dapat diselesaikan dengan baik, jangan sampai kasus terlepasnya Timor-Timur dan Pulau Sipadan-Ligitan terulang kembali.
Medical prescription Says:
April 7th, 2006 at 12:09 am
Politik Indonesia harusnya mengutamakan kepentingan umat Islam, selama ini kepentingan umat termarginalkan karena alasan-alasan globalisasi dan lainnya. Selain itu pemerintah harus tegas dalam mengambil sikap terhadap sikap negara-negara lain.
TheDoctor Says:
April 7th, 2006 at 3:38 am
Hubungan luar negeri harus didasarkan saling menghormati dan menghargai, dengan sikap ini negara lain tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri suatu negara, serta negara lain tidak mengambil tindakan-tindakan yang dapat memanaskan hubungan kedua negara.
Yohanes Dodi Says:
October 5th, 2006 at 4:16 am
Politik Indonesia yakni Bebas aktif harus terus dijalankan namun untuk cara menjalankannya harus diubah karena dunia sudah tidak terbagi lagi dalam 2 blok (blok barat dan blok timur)..Indonesia sebaiknya harus lebih berperan aktif dalam berbagai kegiatan internasional atau bahkan menjadi pencetusnya seperti yang dilakukan pada masa pemerintahan bung Karno (misal : GNB) DAN sekali-sekali pemimpin Indonesia harus menjadi pemimpin yang revolusioner seperti bung Karno agar Indonesia di mata dunia menjadi salah satu negara besar…
staronline8 Says:
April 4th, 2008 at 8:04 am
I think that people should communicate, no matter where they do it – in real life or in Internet.