Mon 3 Apr 2006
Jakarta, Kunjungan PM Inggris Tony Blair di Indonesia beberapa waktu lalu (29-30 Maret) membawa beberapa agenda, selain bertemu dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, juga bertemu dengan tokoh-tokoh Islam serta mengunjungi Pondok Pesantren Modern Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan.
Sikap Inggris yang selama ini tidak bersahabat dengan Umat Islam berusaha ditampilkan lebih bersahabat. Sebelumnya, Dubes RI untuk Inggris, Marty Natalegawa, mengatakan kunjungan Blair merupakan peluang bagi Indonesia untuk menempatkan diri di ‘radar’ Inggris, yang dalam
konteks kawasan Asia selama ini lebih banyak didominasi oleh India dan Cina.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukkan benderanya, agar lebih terlihat, terdengar dan terapresiasi di Inggris,” kata Marty.
“Tantangan kita adalah, bagaimana pengakuan tersebut akan lebih membawa keuntungan bagi Indonesia, baik di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial dan budaya,” katanya.
Upaya Barat untuk lebih memahami Islam tentu saja sangat perlu, selain untuk saling memahami antar berbagai peradaban, juga menghindari benturan antar kebudayaan tersebut. Sebagaimana dalam wawancara dengan wartawan Republika saat ditanya mengenai pertemuannya dengan tokoh-okoh Islam
dan kunjungannya ke pesantren. Tony Blair mengatakan “Well, sangat menarik dan saya sangat senang
pertemuan berjalan lancar. Inggris dan Indonesia adalah Muslim advisory group, jadi sangatlah penting untuk membangun saling memahami. Dan saya sangat senang mengunjungi pesantren. Saya mengharapkan [mereka] bisa melanjutkan hubungan yang erat dengan sekolah Katolik di North England. Ini bagus. Saling memahami dan pertemuan dengan para pemimpin agama adalah hal yang penting. Kami berhasil saling bertukar pikiran dan ya … memang dalam masalah-masalah tertentu ada hal yang kami sepakati, namun ada juga perbedaan pandangan.”
Sementara pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam yang membahas isu kerjasama global memerangi terorisme, mungkin yang harus ditekankan adalah jangan memerangi terorisme dengan teror. Langkah-langkah damai perlu diutamakan, terlebih mengenai soal Irak saat ini serta soal isu Nuklir Iran.
Masalah-masalah diatas hendaklah melibatkan peran Islam dalam memberi solusi. Bagaimanapun kunjungan
tersebut dapat memberi gambaran yang jelas mengenai Islam di Indonesia serta meningkatkan peran Islam
dalam kancah global.
Jason Says:
April 4th, 2008 at 7:46 am
I’m sure it’s not true! If it was, nothing lake that would have been posted! It sounds so weird! I doubt that anyone would ever believe it!