Sebenarnya isu rupiah yang melemah tidak mengusik saya, saya lebih khawatir oleh pemadaman listrik oleh PLN ataupun harga BBM yang sebentar lagi hendak dinaikkan. Namun setelah beberapa hari rupiah melemah, saya akhirnya ingin tahu juga, ada apa sih dengan rupiah.

Menurut Direktur Statistik Keuangan dan Harga Bahan Pusat Statistik, Ali Rosidi, BI (Bank Indonesia) harus melakukan intervensi moneter maupun fiskal secara simultan dan terkoordinasi agar dapat menguatkan rupiah.

Menurut saya, maaf saya bukan ahli ekonomi, ini hanya analisa orang awam saja, saat ini dipasar valuta asing terjadi permintaan dollar yang tinggi, sedangkan pasokan dollar tipis atau tidak ada, banyaknya permintaan dollar, disebabkan kebutuhan untuk membayar pinjaman luar negeri, baik itu pengusaha ataupun BUMN, sementara stok dollar tipis karena para pengusaha menyimpan dollar mereka untuk keamanan pembayaran pinjaman atau hal lainnya. Disinilah terpaksa BI harus mengeluarkan cadangan devisa untuk mensuplai kebutuhan dollar, efek menurunnya rupiah dapat disebabkan karena harga minyak dunia yang tinggi dan beberapa faktor lainnya.