Sun 14 Aug 2005
Rencana Penandatanganan MOU RI-GAM banyak mendapat sambutan positif maupun rasa khawatir, kekhawatiran ini timbul karena terlibatnya pengamat asing AMM (Aceh Monitoring Mission) yang terdiri dari perwakilan Uni Eropa dan ASEAN, AMM mempunyai peranan sangat besar pasca penanganan MOU tersebut.
Namun pemerintah berpendapat tidak akan ada kerisauan lagi jika Nota MOU RI-GAM ditandatangani dan dipublikasikan. Penandatangan MOU akan dilakukan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin
hari ini (15/8).
Masyarakat Aceh sangat antusias menyambut kesepakatan damai RI-GAM, dimana-mana, disudut kota, pasar, warung, pembicaraan selalu mengenai kesepakatan damai tersebt, mereka berharap kesepakatan ini segera terwujud ditanah Serambi Mekkah.
Di Cilandak, Jakarta, menyusul rencana penandatangan MOU RI-GAM, korps marinir 879 yang ditarik dari aceh disambut dengan iringan musik mars `Selamat datang Pahlawan Muda’.
Kesepakatan damai, bukan saja disambut oleh masyarakat di Aceh, tapi juga oleh masyarakat Indonesia umumnya, janji pemerintah untuk mengumumkan butir-butir kesepakatan MOU tersebut akan mempercepat proses sosialisasi penerapan damai di Aceh, semoga kedamaian di Aceh dapat menjadi kado Istimewa untuk kemerdekaan RI ke-60, Dirgahayu Indonesia.