Islam dalam kancah Internasional, bukanlah hal yang baru, pergaulan dengan agama-agama serta kebudayaan lainnya telah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu, seperti ke Sultanan Moghul di India, Umat Muslim hidup berdampingan dengan Kaum Hindu, penguasa Moghul yang muslim tetap menghormati agama lain, juga Kekhalifaan Turki Ustmani, yang memberi contoh hidup harmoni diantara pemeluk agama-agama yang berada di bawah kekuasaan khalifah, serta kehidupan yang heterogen di Indonesia, dimana interaksi sosial berjalan dengan harmonis, ini semua mencerminkan Islam yang pluralisme dan Liberal berdasarkan AL-Quran [109.6] Lakum dinukum Waliya din [Arab]/ To you your religion, and to me my Religion Inggris] / Bagimu agamamu dan bagiku agamaku [Indonesia]. Hubungan kemasyarakatan, sosial-ekonomi dapat terjalin dengan baik, kerjasama usaha dapat dilakukan baik itu antara Muslim dan Kristen, atau dengan Umat Hindu dan Budha. Keragaman keyakinan bukanlah hal yang mencegah terjalinnya kerjasama, untuk menciptakan kemajuan Indonesia tercinta.

Setiap muslim akan mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tugas-tugasnya atau kegiatan bisnisnya, juga dalam hubungannya dengan lingkungan sekitarnya, berbuat baik dengan sesama, tentu saja dengan semua orang baik itu dia Kristen, Hindu atau Budha. Setiap muslim melakukan Shalat, melakukan ibadah sesuai dengan aturan yang telah digariskan Islam, begitu juga bagi rekan-rekan lainnya, setiap orang beribadah sesuai dengan keyakinannya. Disini peran agama adalah sangat sentral, agama membimbing setiap umatnya, melakukan yang terbaik, dan berbuat baik bagi sesama dan kemanusiaan.

Marilah kita bangun Indonesia, menjadi negara yang makmur sesuai dengan amanat UUD 45, Malaysia dan Cina telah lebih dulu melangkah, kini Cina telah menjadi raksasa di Asia, kemajuan ekonomi dan teknologi bukanlah kerja sekelompok orang tapi merupakan tanggung jawab setiap insan Indonesia. Kini tidak ada lagi alasan mengapa kita belum maju, kalau dahulu, Indonesia di bandingkan dengan Jepang, Jepang memulai kembali membangun setelah kalah perang, dan begitu pesat kemajuannya, hal ini selain ditunjang sumber daya manusia, juga jepang merupakan negara yang kokoh, indonesia tahun 1945 baru membentuk sebuah negara. Kalau Malaysia maju, kita selalu melihat, bahwa jumlah penduduk Indonesia lebih besar, masalah yang dihadapi lebih kompleks, kini dengan kemajuan yang dicapai Cina, kita tidak punya alasan lagi, kita harus bisa, membangun negeri ini.