Mon 29 Aug 2005
Berita ini kemarin saya baca di salah satu harian ibukota, bukan di berita utama, namun sangat menarik perhatian saya, judulnya Batik in Space, berita ini juga telah dimuat dibeberapa media luar negeri.
Mengapa sangat menarik, ini karena perihal Malaysia yang berencana mengirim astronot. Kalau hanya soal mengirim astronot, Malaysia tentu kalah jauh dengan kita, Indonesia telah mempunyai rencana untuk mengirim astronot pada tahun 1980-an. Namun yang akan dikirim Malaysia ke angkasa bukan sembarang astronot, astronot yang akan dikirim bukanlah seorang ilmuwan tapi seorang koki, benar-benar koki, misi ruang angkasa Malaysia ini adalah membawa roti Canai dan Batik. Malaysia memang sungguh kreatif dan agresif, masalah pulau Ambalat belum selesai kini Batik ingin dicaplok pula, seperti diketahui penghasil batik bukan hanya Indonesia, tetapi juga oleh Malaysia dan Thailand. Malaysia telah memiliki beberapa hak paten atas motif batik, yang menjadi masalah, apabila Malaysia berhasil menaikkan batik ke luar angkasa, maka image batik akan berasosiasi dengan Malaysia. Direktur Jenderal Malaysia, Mazlan Othman berkata ‘Kami mempunyai program Batik Space dan kami juga akan meluncurkan Roti Canai, agar tradisi Malaysia dapat kita angkat keangkasa’,ini terjemahan bebas dari saya, pernyataan ini juga dikutip oleh The Star.
Sungguh sangat disayangkan kalau hal tersebut terjadi, perlu kiranya diambil langkah-langkah agar batik tetap menjadi tradisi kita, selain mematenkan sebanyak mungkin motif batik yang kita miliki, kita juga perlu membangun image batik sebagai tradisi Indonesia ke manca negara. Beberapa langkah yang diambil oleh pengusaha batik seperti perusahaan batik Trusmi Cirebon, yang membuat batik terpanjang didunia, panjang batik tersebut 400 M, dihiasi oleh beragam motif dari Aceh, Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua. Langkah ini akan memberi image ke dunia bahwa batik merupakan tradisi Indonesia. Realitas diatas sepatutnya menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga kelestarian batik dan menjadi simbol kebanggan bangsa.
gusdur yang lena Says:
March 27th, 2006 at 8:46 am
tok seh la demo nok buat gocoh dale internet ni!!
kawe jupo website demo pon dok sengajo.
kawe baco teruh nek angin atah angkaso. hok malaysia anta nyo buke sebaghe oghe. mu otok belace.
hok di pilih nok gi angkaso tuh, hok ye meme hebat belako lako.
gusdur yang lena Says:
March 27th, 2006 at 9:06 am
kita tidak perlu menghina negara2 jiran semata2 kerna mahu memajukan negara sendiri. belajar hormati orang lain dan orang lain pasti akan menghormati kamu.
perlukah anda bangga dengan ini semua? tepuk dada tanya sakunya!!! kaji negara anda sebelum anda menghina negara kami!! mind your own business.
Bila anda menuding kepada orang lain, ingatlah….empat jari lagi akan kembali kepada anda……insaflah!!