Sumbawa terletak diantara pulau Lombok dan Flores serta termasuk dalam
propinsi Nusa Tenggara Timur. Dua bahasa daerah yang digunakan di Sumbawa adalah
bahasa Sumbawa dan Bima. Kota-kota besar di Sumbawa adalah Sumbawa besar dan
Bima.
Sumbawa sangat terkenal didunia akan keelokan wisatanya. Sumbawa pernah dikunjungi
Putri Diana semasa hidupnya, tepatnya lokasi yang dikunjungi adalah Pulau Moyo. Pulau Moyo
yang terletak 15 kilometer dari tepi utara pulau Sumbawa dan memili areal 31.500 hektar itu
lebih dikenal masyarakat Indonesia sebagai taman buru. Hal lain yang membuat sumbawa
terkenal adalah letusan gunung Tambora pada tahun 1815, letusan yang dahsyat membuat
kawasan ini menjadi obyek penelitian, seperti vulkanologi, geologi dan keanekaragaman hayati.

Sumbawa dikelilingi banyak teluk, baik dibagian tengah maupun timur, seperti Teluk Saleh, Dompu, Bima
dan Woworanda. Sebelah utara
Teluk Saleh terdapat Semenanjung Sanggar yang panjangnya 75 km dan lebar 30 km. Objek Wisata,
Selama ini Sumbawa dikenal wisatawan asing memiliki dua kerajaan. Pertama, di Sumbawa Besar yang
bekas istananya masih ada dan telah berusia sekitar 115 tahunan, di kediaman Sultan terdahulu semuanya
terbuat dari kayu tahun 1815 dan disebut Dalem Loka.
Sultan Muhammad Kaharuddin III (1931-1958),
merupakan sultan terakhir dari dinasti Amasa Bantan Dewa Dalam Bawa, menurut Lulu Manca, dalam
bukunya yang berjudul Sumbawa pada Masa Lalu. Bangunan yang ditunjang tiang-tiang dengan gaya
tradisional dihiasi pahatan-pahatan yang tidak lazim. Saat ini bangunan tersebut sudah direnovasi,
tapi bentuknya tidak berubah.
Kedua, istana yang terdapat di Bima yang menyimpan koleksi yang luar biasa indahnya,
seperti mahkota kerajaan, keris-keris dengan emas bertakhtakan permata ditambah gagangnya yang
terbuat dari gading.
Publik dapat melihat koleksi tersebut, tetapi harus menghubungi pemda setempat terlebih dahulu.
Sultan yang terakhir, Muhammad Salahuddin (1915-1951), menurut Henri Chambert-Loir dan
Siti Maryam R. Salahuddin dalam buku Bo’ Sangaji Jai, Catatan Kerajaan Bima Tidak jauh dari Bima.
Yang tak kalah menariknya adalah Dantara, kubur dari sultan pertama yang memeluk Islam, berada di desa
Tolobali.
Selain itu danau Taliwang yang berada di Sumbawa Barat juga menarik untuk dikunjungi ditambah makanan
yang khas, seperti ayam taliwang yang rasanya pedas dan mantap rasanya. Lalu ada tenunan tradisional
Sumbawa mempunyai corak dan warna juga khas.
Obyek wisata lainnya adalah Pantai Maluk, obyek wisata ini tak kalah dengan pantai di Bali seperti Kuta, Sanur.
Tempat wisata ini juga mudah dijangkau dari Ibukota NTB, Mataram. Dari Pantai Maluk ini wisatawan bisa
melihat pesona keindahan Teluk Maluk. Bukan hanya itu. Pantai Maluk kerap dijadikan oleh wisatawan
sebagai arena berselancar. Tak heran apabila peselancar kelas dunia senantiasa mengagendakan
kegiatan di Pantai Maluk. Tunggu apalagi, ayo bergegas tamasya, liburan Idul-Fitri kali ini bisa digunakan
untuk melihat-lihat pesona Sumbawa.