![]() |
||
|
Sebuah Hal Tentang Sidik Jari. Perang terhadap terorisme terus dilakukan oleh pemerintah, berbagai langkah telah dilakukan oleh pemerintah, berbagai langkah telah dilakukan, salah satunya adalah rencana pengambilan sidik jari dipesantren-pesantren. Untunglah hal ini urung dijalankan, seperti pernyataan Kapolri Jenderal Sutanto usai penutupan Sekolah Perwira Tinggi Angkatan IX di Mabes Polri (8/12). "Itu berita dari mana? tidak akan ada pemeriksaan sidik jari" kata Sutanto. Upaya untuk mencegah terorisme adalah pengawasan masing-masing lingkungan. "Yang ada kita bersama-sama mencegah upaya pihak-pihak lain yang ingin memanfaatkan anak muda kita pada kegiatan-kegiatan seperti terorisme" lanjutnya. Wacana pengambilan sidik jari ini sempat menuai protes dari masyarakat, banyak pihak menginginkan Polri lebih bijaksana dalam melakukan langkah tersebut, misalnya pengambilan sidik jari bukan hanya dilakukan pada kelompok tertentu atau sekolah tertentu, tetapi mestinya dilakukan secara umum. Selama ini kepolisian memperoleh data sidik jari saat pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) ataupun saat membuat SKKB (Surat Keterangan Berkelakuan Baik). Metode pengambilan sidik jari bisa diperluas dengan misalnya memberi layanan pembuatan SIM disekolah-sekolah bagi siswa-siswi yang telah cukup usia ataupun pembuatan SKKB disekolah-sekolah bagi para siswa/siswi yang akan lulus. Penerapan metode ini lebih baik dan tidak menimbulkan prasangka terhadap kelompok tertentu. Tindakan preventif lainnya adalah melibatkan para guru agar dapat memberikan pengetahuan yang tepat agar para siswa-siswi tidak terjerumus pada kegiatan terorisme.
  |
||