Keutamaan Shalat Malam (Tarawih) di Bulan Ramadhan.

Berita, 31 Oktober 2005

Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, sisa waktu bulan puasa ini dapat dijadikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Bukan hanya puasa dan shalat tapi juga shalat sunnah yakni shalat tarawih.

Shalat tahajud atau shalat malam sangat dianjurkan, terlebih lagi dalam bulan Ramadhan. Sumber hukum pelaksanaan shalat tahajud adalah :
Dan orang yang berselimut(Muhammad), bangunlah untuk sembahyang dimalam hari, kecuali sedikit daripadanya, yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan lahan.
(Al-Muzzammil 1-4).

Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(Al-Isra 79)

"Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan shalat malam harinya. Barang siapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhaan) Allah SWT, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya."
HR Ahmad

Shalat tarawih dikerjakan sebanyak delapan rakaat, dilakukan dua rakaat salam, dua rakaat salam dan ditutup dengan 3 rakaat shalat witir. Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan Muhammad Rasulullah beriktikaf di masjid. Hatinya ia himpun dengan Allah, benaknya ia kosongkan dari segala urusan dunia, ia memperbanyak permohonan kepada Allah. Iktikaf meningkatkan kualitas ibadah, didalamnya juga dilakukan membaca dan mengkaji Al-Quran.

Dalam Ramadhan juga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah, waktunya selama bulan puasa dan sebelum shalat Idul Fitri. Diwajibkannya mengeluarkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan tercela dan sia-sia, menyenangkan si fakir, menghidupan jiwa tolong menolong dan kasih mengasihi diantara kaum Muslimin, dan untuk memberantas sikap bakhil.