Hidup Ini Menyelesaikan Urusan yang Satu ke Urusan yang Lainnya
Islam dan Teknologi, 30 November 2006
Kehidupan ini adalah menyelesaikan satu urusan kemudian menyelesaikan urusan berikutnya,
bahkan kaum muslimin dalam pekerjaannya ini dijamin bagaimanapun sulitnya pekerjaan
kita hendaknya tetap berusaha karena dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Pekerjaan
yang awalnya kita belum tahu tentu terasa sangat sulit, sama seperti saat membangun
sebuah aplikasi pada awalnya hanya gagasan umum yang akan kita bangun, namun kemudian
kita tambah dengan tampilan yang baik, validasi data agar data yang masuk sesuai dengan
format yang dinginkan, kita tambah otomasi dan fasilitas lain, sehingga manajer di level
menengah sampai atas dapat mengambil keputusan dengan sajian data yang kita tampilkan.
Pekerjaan yang awalnya sulit, saat ini pekerjaan tersebut telah kita kuasai
bahkan kini kita menjadi pakar pada bidang tersebut, dapat menambah berbagai fungsi pada
aplikasi yang ada.
Sumber-sumber Al Quran yang menjelaskan: Bekerja Sungguh-Sungguh, Sabar, Menuntut Ilmu,
Al Hikmah serta Beramal Saleh. Kebiasaan baik ini mesti kita pahami dan terapkan sehingga
kita dapat mencapai taraf Al Hikmah.
Al-Qur'an, 095.004-006 (At-Tin )
095.004 لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
095.004 sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.
095.004 We have indeed created man in the best of moulds,
095.005 ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
095.005 Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
095.005 Then do We abase him (to be) the lowest of the low,-
095.006 إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
095.006 kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya
095.006 Except such as believe and do righteous deeds: For they shall have a reward unfailing.
Al-Qur'an, 094.004-007 (Al-Inshirah )
094.004 وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
094.004 Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu
094.004 And raised high the esteem (in which) thou (art held)?
094.005 فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
094.005 Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
094.005 So, verily, with every difficulty, there is relief:
094.006 إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
094.006 sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
094.006 Verily, with every difficulty there is relief.
094.007 فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
094.007 Maka apabila telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
094.007 Therefore, when thou art free (from thine immediate task), still labour hard,
Al Baqarah
2-269
Allah menganugerahkan Al Hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunah) kepada
siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi Al Hikmah itu, ia benar-benar telah
dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil
pelajaran (dari firman Allah).
002.269 يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ
002.269 He granteth wisdom to whom He pleaseth; and he to whom wisdom is granted receiveth indeed a benefit overflowing; but none will grasp the Message but men of understanding.
Al-Qur'an, 002.269 (Al-Baqara)
Pada akhir Ramadhan kemarin dibahas mengenai Al Hikmah,
disana dibahas sebuah tahapan atau mutu seorang muslim, bagaimana seorang muslim dapat mencapai
level Al Hikmah, secara sederhana ada tiga golongan manusia berdasarkan tingkat
pemahaman dan penerapan terhadap Al-Quran dan Sunnah:
1. Pemula
2. Paham, memiliki ilmu sehingga dia dapat memahami Al-Quran dan Sunnah
3. Hikmah, paham dan diberi kesempurnaan ilmu untuk memahami Al-Quran dan Sunnah
Perbedaan paham dan Al Hikmah seperti dalam tafsir Al Mishbah, paham seperti seseorang
di Jakarta hendak ke Surabaya, ia tahu informasi jalan dan alat transportasi yang dapat
digunakan untuk dapat ke Surabaya. Sedangkan Al Hikmah ia telah disediakan pesawat/kendaraan
untuk ke Surabaya. Al Hikmah dapat dicapai oleh setiap orang, salah satu metode yang kita
kenal adalah Ihsan, yaitu beramal, bekerja seakan-akan ia melihat Allah, kalau ia tidak
melihat Allah maka Allah pasti melihatnya.
Pentingnya pemahaman yang benar karena kadang ditengah pergaulan kita mendapati paham-paham
yang lain, jika kita punya ilmu maka kita dapat melihat masalah tersebut dengan terang.
Saat ini berbagai bencana datang, juga kejahatan, kesusahan. Orang melihat itu sebagai
cobaan, ujian dan sebagainya. Sebagai muslimin kita harus menyelesaikannya satu persatu,
bencana yang ada harus kita hentikan dengan usaha dan sabar. Kemudian jika bencana sudah
selesai kita kemudian menyelesaikan urusan yang lain. Kita harus sabar menghadapi berbagai
urusan, karena jika kita tekun InsyaAllah ada kemudahan disana dan kita dapat menyelesaikan
urusan tersebut dengan cepat.