Sarah Azhari Menyoal Jurnalisme Infotainment.

Dialog publik yang bertajuk 'Menyoal Jurnalisme Infotainment' yang diadakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berakhir dengan kericuhan. Dialog yang menampilkan Sarah Azhari sebagai salah seorang nara sumber dimulai dengan Tanggapan Sarah atas berita yang dimuat tabloid Cek & Ricek (C&R), berita itu berjudul `Balada Kawin Lari Siratu Bugil', Sarah sangat shok ketika membaca berita di C&R tersebut, ia juga membawa potongan klipping berita tersebut.

Ilham Bintang, pemilik C&R diam saja saat sarah menyampaikan sikapnya, hadirin yang hadirpun mengkritik C&R, akhirnya Ilham menanggapinya dengan berkata 'Kalau mau menjaga anak, janagan salahkan infotainment atau televisi donk'. Dialog makin sengit, Ade Armanda, Anggota KPI menjawab 'judul tadi sudah keluar jalur, tidak ada fakta-fakta yang dihadirkan disana'. Dialog makin memanas karena Ilham menilai 'Ade adalah anggota KPI yang bertugas menilai tayangan televisi bukan tabloid'. Setelah itu kejadian semakin sulit dikendalikan, akhirnya dialog ditutup.

Bila anda lihat ucapan Ilham, bahwa tanggung jawab menjaga anak ada diorangtua, bukan oleh infotainment atau televisi'.Ini pernyataan yang bagus sekali, jadi infotainment boleh memuat apa saja, apa itu merusak moral atau hanya mengobral fantasi kepada masyarakat maka infotainment tidak bertanggung jawab. Kalau saja infotainment itu lokal untuk dia dan keluarganya saja bolehlah, tapi kalo untuk komsumsi umum, maka pihak infotainment punya tanggung jawab.

Banyak infotainment yang bagus seperti Oprah Winfrey Show, acara ini memberi banyak inspirasi kepada para pemirsanya, beda dengan tayangan 'Disana Hantu, Disini Juga Hantu'. Semoga pihak infotainment dan televisi lebih meningkatkan kualitas acaranya, bukan hanya mengejar rating sebuah infotainment atau acara.