Reformasi PBB Dan Kesempatan Indonesia Masuk Sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB.

Berita, 19 September 2005

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (16/9) menyerukan agar Asia memiliki kursi di dewan keamanan PBB, "Kita perlu dewan keamanan PBB yang reformis dengan keanggotaan yang mencerminkan realita global kawasan Asia Pasifik yang menjadi tempat tinggal separuh ras angsa dunia harus lebih banyak memiliki kursi di DK PBB".

Indonesia mempunyai kesempatan untuk masuk ke DK PBB, pertama, Indonesia adalah salah satu pendiri gerakan Non-Blok, saat ini anggota gerakan Non-Blok mencapai lebih dari 60 negara, baik itu di Asia maupun di Afrika, Indonesia dapat melobi para anggota gerakan Non-Blok untuk mendukung RI. Kedua, Indonesia meupakan pendiri ASEAN. Ketiga, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di Dunia, Indonesia dapat melakukan kerjasama dengan sesama anggota OKI untuk mendukung pencalonan Indonesia menjadi anggota tetap DK.

Kesan Islam Indonesia menarik perhatian Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Menurut juru bicara kepresidenan Dinno Patti Djalal, Islam moderat penting bukan hanya dilaksanakan di Indonesia tapi juga diberbagai tempat dan negara. Menurut Blair kata Dino, Indonesia sebagai negara yang berpenduduk mayorotas Islam dipandang mempunyai pengaruh besar di Dunia Islam. Hal lain yang dibahas adalah tentang masa depan Palestina.

Dengan melihat potesi diatas sebaiknya Indonesia sebaiknya menggunakan semua peluang dan dukungan negara-negara sahabat untuk duduk sebagai anggota di DK PBB. Posisi di Dewan Keamanan PBB, sangat penting karena semua kebijakan PBB diambil oleh DK PBB, dengan posisi ini Indonesia dapat menyerukan kepentingan Asia, ASEAN dan OKI.