RUU Pornographi dan Pornoaksi Mengangkat Harkat dan Martabat Wanita.

Berita, 6 Maret 2006

RUU Pornographi dan Pornoaksi yang sedang dibahas oleh Anggota DPR banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ini tentunya agar kita lebih berbudaya, selama ini untuk meningkatkan kemajuan bangsa diperlukan dua hal pokok yakni :

Pertama, perekonomian. Untuk yang satu ini kita tidak perlu untuk malu bercermin pada Cina dan Taiwan. Taiwan ditunjang oleh teknologi microchip untuk membangun perekonomian, hampir semua perangkat elektronik dapat dibuat di Taiwan. Begitupun di Cina sektor barang elektronik dan tekstil berhasil memacu pertumbuhan ekonomi. Sayapun belum pernah melihat exploitasi wanita atas nama seni dapat memacu pertumbuhan ekonomi.

Kedua, teknologi. Teknologi merupakan hal yang teramat penting, bahkan dapat dikatakan siapa yang menguasai teknologi dialah yang menguasai perekonomian. Amerika mendominasi teknologi perangkat lunak, India berhasil mengembangkan teknologi perangkat lunak, lalu mengapa kita mengimpor teknologi majalah khusus dewasa.

Saya juga heran mengapa RUU pornographi dan pornoaksi dikatakan mengekang inovasi wanita. Perlu saya garis bawahi bahwa sistem kitalah yang menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita.

Salah satu contohnya dalam hukum waris, wanita mendapatkan bagian 2 kali lipat dari pria. Meskipun demikian tidak ada seorang priapun merasakan itu tidak adil.

Hal yang lain adalah kita memandang wanita (pernikahan) sangat agung, karena pernikahan adalah setengah dari iman. Posisi ini begitu penting karena ibu merupakan tiang dari negara, dari merekalah anak-anak yang menjadi harapan bangsa akan lahir. Coba bayangkan jika ibu-ibu ini melakukan pornographi dan pornoaksi, generasi apa yang akan dilahirkan.

Kebebasan kadang merampas hak orang lain, pemerintah hendaknya mencegah agar hak-hak mayoritas jangan terampas. Saya lebih setuju jika majalah-majalah tersebut dijual khusus untuk orang dewasa yang telah menikah, karena bagi kalangan ini majalah tersebut sangat cocok.