Bare Necessities















Piala Dunia Memberi Contoh Demokrasi yang Tertib

Piala Dunia, 19 Juni 2006

Suasana Piala Dunia mampu menyihir jutaan pemirsa untuk sesaat fokus pada tontonan yang digelar empat tahun sekali. Kejuaraan Piala Dunia tak ubahnya sebuah perhelatan demokrasi, bedanya pada Piala Dunia baik tim yang lolos maupun tidak tetap pada peraturan untuk bersabar hingga Piala Dunia berakhir dan memulai kembali pra-kualifikasi untuk turnamen tersebut.

Politik kita dewasa ini tidak sedewasa Piala Dunia bahkan ada satu partai yang meminta pemilu dipercepat padahal semua partai tahu bahwa pemilu hanya dilaksanakan lima tahun sekali.

Ketika pemilu selesai, Presiden dan Wakil serta MPR, DPR terbentuk. Mari kita bahu-membahu menuntaskan, menyelesaikan tugas bangsa karena yang beraksi bukan hanya tim yang berlaga tapi juga para penggemar dari masing-masing tim.

Kota-kota yang menjadi markas suatu tim berbenah diri, bukan saja menyiapkan segala fasilitas untuk latihan dan pertandingan namun juga budaya tim yang akan tinggal dikota tersebut dipelajari agar tim tersebut merasa dirumah sendiri.

Piala Dunia, tiket pertandingan, hotel, restoran adalah sebuah sistem. Semua komponen berusaha menyukseskan Piala Dunia. Politik mestinya begitu juga semua pihak harus bahu-membahu mewujudkan misi pemerintah, bukan hanya aparat tapi juga swasta.

Kesimpulan : Sudah saatnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia

Hasil Sementara Piala Dunia 2006