PERANG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-1949
Sejarah, 09 Mei 2006
Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 membawa Indonesia ke tahap yang baru, setelah
terakhir kali berada dalam negara kesatuan Majapahit, Demak dan Mataram. Kini Indonesia berada
dalam negara kesatuan Indonesia.
Periode perang kemerdekaan 1945-1949 merupakan periode perang paling besar, Indonesia yang baru
saja lahir harus menghadapi kekuatan Jepang, sekutu yang dimotori Inggris serta Belanda yang
ikut membonceng.
Bangsa Indonesia yang baru saja gegap-gempita menjadi negara merdeka menghadapi ancaman asing,
Sekutu yang tidak menyadari bahwa Indonesia baru saja memerdekakan dirinya melihat bahwa Indonesia
masih kosong kekuasaan. Belanda yang baru saja sembuh dari serbuan Jerman ingin kembali menguasai
Indonesia. Belanda menyadari untuk masuk ke Indonesia mereka harus menggunakan pasukan sekutu.
Berikut ini rangkuman perang yang terjadi saat sekutu mulai melaksanakan agresi militer ke Indonesia :
1. 18-25 Agustus 1945
Jepang membubarkan Peta/Giyujun dan Haeiho, kelak para tentara inilah yang menjadi dasar pembentukan
tentara keamanan rakyat Indonesia serta laskar-laskar bersenjata lainnya.
2. September 1945
Sekutu memasuki Indonesia, sekutu mengambil alih kekuasaan dari Jepang.
3. 10 November 1945 Hari Pahlawan
Soetomo atau yang lebih dikenal sebagai Bung Tomo hadir pada saat yang
tepat, saat kekuatan asing mengancam Indonesia, dia membangkitkan semangat
rakyat Indonesia khususnya rakyat Surabaya. Sebelum perang 10 November
1945, Inggris telah menempatkan sekitar 6.000 pasukan di Surabaya. Menghadapi
kekuatan sekutu seluruh Ulama Indonesia mewajibkan jihad bagi setiap
kaum muslimin, kekuatan TNI dan laskar serta rakyat Surabaya hampir
saja memusnahkan pasukan sekutu. Namun sekutu mengundangkan Soekarno
untuk menghentikan perang, namun perang tidak berhenti, baru saja sehari
Presiden Soekarno kembali ke Jakarta, perang pecah kembali, hal ini
dipicu oleh tewasnya brigadir Jenderal A.W.S Mallaby, selama hampir
satu bulan penuh tanpa henti perang terjadi di Surabaya dan sekitarnya.
TNI bersama rakyat melakukan gerilya untuk mengalahkan tentara sekutu.
hasil dari pertempuran Surabaya Inggris menyadari tindakan paling bijaksana
adalah mengakui kedaulatan Indonesia.
4. 14-19 Oktober 1945 Merebut Kota Semarang
Pasukan Jepang yang bertugas menyerahkan kekuasaan kepada sekutu menguasai Semarang, tindakan ini
tentu saja membuat amarah rakyat. TNI bersama rakyat dalam pertempuran lima hari Semarang, mengambil
alih kota Semarang dari Jepang.
5. 1-15 Desember 1945 Palagan Ambarawa
Jenderal Soedirman memimpin TNI untuk memukul mundur tentara sekutu dibawah komando Jenderal Bethel.
TNI berhasil menguasai kembali Kota Magelang dan Ambarawa. Tanggal 15 Desember diperingati sebagai hari
infantri Indonesia.
6. 12 November 1946
Perjanjian Linggarjati
7. Januari 1946
Ibukota negara Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta.
8. Maret
1947
Pertempuran Mojokerto.
9. 27 Juli 1947
AURI melakukan serangan udara atas tiga kota yakni Semarang, Ambarawa dan Salatiga. Arti serangan
ini menunjukan kepada sekutu bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan udara.
10. Januari 1948
Perjanjian Renville
11. Februari 1948 Bandung lautan Api
Perjanjian renvile memaksa TNI dan rakyat meninggalkan Bandung, agar kota Bandung tidak dijadikan
benteng bertahanan Belanda, maka Bandung oleh TNI dan Rakyat dibakar. TNI (Divisi Siliwangi) dan
rakyat mengungsi ke Jawa Tengah.
12. 19 September 1948
TNI dengan divisi Siliwangi menumpas pemberontakan PKI di Madiun.
13. Desember 1948
TNI bersama Jenderal Soedirman melakukan perang gerilya untuk menyerang kekuatan Belanda, rute yang
dilalui pasukan Jenderal Soedirman yakni Yogyakarta-Kretek-Wonosari-Wonogiri-Ponorogo-Trenggalek-karang
Nongko-Kediri-Sedayu
14. 1 Maret 1949 Serangan Umum Yogyakarta
Jenderal Soeharto yang saat itu perpangkat Letnan Kolonel memimpin TNI bersama rakyat merebut kota
Yogyakarta. Keberhasilan TNI merebut Yogyakarta dari Belanda membuat semangat juang TNI dan rakyat
makin tinggi, keberhasilan ini mengangkat derajat TNI, supremasi TNI terhadap kekuatan asing makin tinggi.
TNI menguasai kota selama enam jam, kemudian meninggalkan kota Yogyakarta.
15. 29 Juni 1949
TNI memasuki Yogyakarta.
16. 27 Desember 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia
Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda menghasilkan penyerahan
kekuasaan dari Belanda ke Indonesia, Perjanjian ini juga merupakan hasil
dari perang kemerdekaan, seluruh divisi dan laskar juang seperti Divisi
Siliwangi, Gunung Jati, Diponogoro, Senopati, Ronggolawe, Brawijaya,
Suropati, Laskar Masyumi, Hizbullah, Fi Sabilillah bersama rakyat berjuang serta upaya
diplomasi dalam
menegakkan kedaulatan Indonesia.
Perang terjadi diseluruh wilayah Indonesia, bukan hanya di Jawa dan Sumatera, Jenderal Soedirman dan
Jenderal Nasution telah memberikan jasa yang besar kepada Republik Indonesia. Ketahanan dan Kedaulatan
dapat terjaga jika TNI bersama rakyat bahu-membahu, kini kita telah berada pada era reformasi, namun
sudah sepatutnya kita melihat kebelakang agar kita bisa lebih bijak, cerdas melangkah kedepan.