![]() |
||
|
Hari Ini, Apa Kabar Aceh Berita, 12 Oktober 2005 Sejak penyerahan senjata yang dilakukan oleh GAM dan penarikan pasukan oleh TNI yang merupakan implementasi dari hasil kesepakatan damai Helsinki 15 Agustus 2005, Aceh terus melakukan pembangunan. Pembangunan kembali kota yang luluh lantak oleh terjangan tsunami diharapkan mendapat bantuan dari pemerintah kota se-Asia (City Net). "Kita berharap agar jaringan kota (City Net) di negara-negara Asia itu dapat membantu pembangunan kembali pusat-pusat pembelanjaan di Kota Banda Aceh pascamusibah gempa dan tsunami, termasuk bantuan dana yang kita perlukan," katanya kepada pers di Banda Aceh, Selasa (11/10). Pembangunan Aceh bukan hanya untuk pemulihan kegiatan Ekonomi namun juga seluruh bidang. Kantor PBB di Aceh dalam pantauannya melihat bahwa banyak LSM-LSM yang berjanji membangun rumah untuk korban tsunami belum melaksanakan janji tersebut. Pembangunan rumah sementara menjadi prioritas bagi Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dan Nias. BRR menargetkan pembangunan 30.000 rumah diakhir desember 2005. Kondisi kondusif Aceh ini tentu saja sangat baik. Pemulihan Aceh ini tentu saja mengajak para petinggi GAM agar kembali ke Aceh dan bersama-sama rakyat membangun kembali daerah ini. Petinggi GAM yang kini berada di Swedia dan negara lain, adalah, Hasan Tiro, Malik Mahmud, Bakhtiar Abdullah, dan Zaini Abdullah. Kehadiran tokoh GAM tentu saja memberi sinyal positif bahwa Aceh sekarang makin benar-benar aman. Pembangunan Aceh memerlukan peran serta seluruh komponen bangsa. |
||