Pasukan Pajajaran dan Armada ke-2 Majapahit Dari Palembang Tiba di Tusamana
Novel, 19 April 2006
Ratusan jung baru saja merapat di Pantai Tusamana, pasukan yang baru datang tersebut
berasal dari Pajajaran dan Armada ke-2 Majapahit. Pasukan Pajajaran dipimpin Patih
Anuken Tangkas sementara pasukan armada ke-2 dipimpin Tumenggung Adi Satyamukti.
Pasukan Pajajaran datang dengan kekuatan 17.000 prajurit dan perwira sementara
armada ke-2 Majapahit berkekuatan 16.000 orang. Armada ke-2 Majapahit mempunyai
wilayah tugas di Sumatera, mulai dari Lampung sampai ke Aceh.
Patih Anuken Tangkas dan Tumenggung Adi Satyamukti sedang berbicara dengan Senopati Ra Sewu.
"Senopati Ra Sewu, apakah sukiman ada ditendanya"
Patih Anuken bertanya.
"Maaf Patih, Sukiman baru saja istirahat, kesehatannya agak terganggu"
"siang nanti kita sama-sama menghadap beliau"
Jelas Ra Sewu.
"Senopati, armada ke-2 dari Palembang yang datang seluruhnya pasukan kavaleri Kuda Api"
Tumenggung Adi Satyamukti memberi penjelasan.
"Patih dan Tumenggung istirahatkan pasukan, siang nanti akan ada perintah langsung
dari Senopati Sukiman"
Pasukan Pajajaran dan armada ke-2 Majapahit bergerak menuju garis pertahanan Majapahit.
//==================>
Dibenteng Tusamana.
Ra Semi baru saja menerima laporan bahwa pasukan Pajajaran dan Armada ke-2 Majapahit telah tiba
di Tusamana.
"hhm, apa maksudnya Sukiman, mengapa pertikaian ini harus melibatkan begitu besar pasukan"
Ra Semi tampak sangat geram.
"Arya Tanding, panggil kedua utusan Sukiman segera menghadap"
"Baik, prajurit panggil kedua utusan Majapahit"
Seru Arya Tanding.
//==================>
Putri Diah Kencati sedang menikmati bubur ayam dan bercanda ria dengan prajurit Tabir Surya,
beberapa saat kemudian seorang prajurit masuk.
"Tabib Dasa Perak, kalian diperintah Ra Semi untuk segera menghadap"
Prajurit itu membuka pintu kamar.
"Tabir Surya, bagaimana bubur itu sudah dihabiskan?"
"Putri segera dihabiskan bubur ini,
ingat Putri, kamu tetap dikamar menjaga Ibu, jangan kemana-mana"
"Kakak dan Tabib akan segera pergi"
Bujuk Tabir Surya.
"Kakak Tabir Surya dan Tabib DasaPerak sampaikan salam ke Kakak Sukiman"
Tabir Surya dan Tabib meninggalkan ruangan, Nyai Banyak melambaikan tangan
kepada keduanya.
"Jangan khawatir Nyi Banyak"
Tabib DasaPerak menguatkan Nyai Banyak agar tidak khawatir.