![]() |
||
|
INDONESIA DUKUNG KEPEMILIKAN IRAN ATAS TEKNOLOGI NUKLIR DAMAI Lawatan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad yang dimulai hari rabu (10/5) bukan saja mempererat hubungan kedua negara namun juga menyangkut beberapa aspek seperti dunia bisnis serta isu terbaru mengenai pengembangan nuklir Iran. Pertemuan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membahas isu nuklir dan kerjasama bilateral, seusai pembicaraan kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan dua perjanjian dan tiga nota kesepahaman (MoU) oleh para pejabat kedua negara. Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan pihaknya telah menyatakan dukungan pada program pengayaan nuklir Iran. "Kami mendukung program nuklir Iran untuk kepentingan damai," kata Hidayat kepada wartawan di Gedung MPR, Jakarta, Rabu, setelah menerima kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Hidayat mengatakan, dalam pertemuadan dengan Presiden Iran itu, masalah program pengayaan nuklir menjadi bagian dari topik pembicaraan. Dia mengatakan, Presiden Iran itu berpendapat bahwa Iran telah mengembangkan program nuklir untuk kepentingan damai dan ada negara-negara yang ingin menghentikan program tersebut. "Tapi hal itu tak bisa dihentikan untuk Iran," kata Hidayat menirukan Presiden Iran. Dukungan atas teknologi nuklir Iran juga diberikan oleh NU, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberi dukungan moral kepada pemerintah Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir. "Pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai adalah hak semua negara," kata Ketua PBNU Hasyim Muzadi saat memberi sambutan pada kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Jakarta, Jumat. Penguasaan teknologi nuklir sangat bermanfaat terutama untuk sektor energi, industri dan kesehatan. Indonesia berharap kasus nuklir Iran dapat segera terselesaikan dengan bijak dan damai. |
||