Mantra Cinta Dari Bujangan-Bujangan Oke
Sewaktu masih dikantor yang lama, kami mempunyai seorang resepsionis yang cantik amat (
panggil saja Lili).
Namun diantara kami berlima, tak seorangpun berhasil mencuri perhatiannya atau menarik
perhatiannya. Kadang kala senda gurau kami membicarakan Lili, seperti beberapa tahun
yang lalu :
Dedi : "Man tau nggak, sebenarnya kita-kita ini nggak boleh ngelihat yang bening-bening"
Kiman : "Memangnya kenapa?"
Dedi : "Semua wanita cantik yang kita jumpai pasti sudah punya suami atau pacar"
Kiman : "jadi, sudah tidak ada lagi wanita-wanita yang baik untuk kita"
Dedi : "Bukan begitu, kita harus teliti untuk mengetahui kalau gadis itu masih sendiri
atau tidak"
Kiman : "Memang gimana caranya?"
Dedi : "Ya, seperti dalam buku teori cinta, carilah ditengah keramaian, wanita yang seorang
diri"
Kiman : "Itu sudah saya coba, minggu lalu saya kepasar, setelah lihat sana, lihat sini,
akhirnya terlihat juga seorang gadis yang sendirian"
===============
Kiman : "Hi, lagi sendiri ya"
Gadis : "Iya mas, nggak ada yang ngebantuin"
Gadis : "Mas tolongin nahan angkot donk"
Kiman : "?%^&*(^TYI"
===============
Dedi : "wah itu sih teorinya udah benar, hanya implementasinya yang salah"
Sahrul : "Atau pakai mantra cinta aja"
Kiman : "mantra cintanya mana?"
Sahrul : "Ini nih"
Oh Yang Pengasih,
Saya tak ingin sendiri sendiri lagi
Benar-benar tak ingin lagi
Tak ingin dikos menyendiri
Apalagi terpaksa sendirian
Wahai angin sampaikan salamku untuknya,
Wahai kawan sampaikan rinduku untuknya
Bisa kah salamku sampai lebih cepat
Kalau perlu pakai kilat khusus juga tak mengapa
Oh kasih kalau saja rindu ini dapat kau rasakan
Rindu yang telah berakar didalam sanubari
Wahai gadisku jikalau cinta ini kau balas
Tolong katakan dengan jelas
Maaf kalau saya tak bisa membaca bahasa tubuh
Apalagi membaca gerak bibir
Katakan saja dengan jelas
Kalau perlu dalam sebuah surat
Jangan lupa ditandatangi dan cap stempel kantor