![]() |
||
|
Sistem Penanggulangan Bencana Alam Ulasan, 5 Juni 2006 Bencana alam yang terjadi di DIY dan Jawa Tengah memberikan sinyal kepada kita untuk lebih cepat tanggap dalam menghadapi bencana, perlu adanya sebuah sistem untuk menanggulangi bencana alam. Sistem penanggulangan bencana telah diterapkan di Jepang, disana jika terjadi sebuah bencana alam maka instansi-instansi pemerintah terkait berkumpul untuk melakukan koordinasi dan kemudian secara cepat bertindak dalam penanggulangan bencana tersebut. Berdasarkan UU Bencana Alam di Jepang setiap instansi harus mengambil langkah yang diperlukan dalam menghadapi bencana alam. Bencana alam telah terjadi berturut-turut, setengah tahun yang lalu bencana Tsunami menimpa Aceh dan Nias kemudian gempa menimpa DIY dan Jawa Tengah. Perlu penanganan cepat agar daerah bencana dapat pulih kembali. DIY khususnya yang selama ini dikenal sebagai daerah kunjungan wisata masih tampak sepi dari wisman. Jalan Prawirotaman yang merupakan pusat tempat tinggal wisman masih sepi padahal disana terdiri dari berbagai kafe, hotel, toko sovenir dan agen perjalanan. Perbaikan sarana-sarana tersebut penting untuk pemulihan ekonomi pasca gempa. Saat ini bukan hanya daerah wisata yang sepi namun juga tempe yang jadi makanan favorit orang Jawa jadi langka, hal ini dikarenakan Bantul yang merupakan pusat industri tempe dihantam gempa. Penanganan serius agar industri ini mulai kembali bekerja sangat perlu untuk memacu ekonomi. Berputarnya ekonomi pasca gempa sangat diperlukan, penanganan sekarang yang diperlukan agar mereka dapat kembali bekerja akan mempercepat pemulihan daerah bencana. Anak-anak dipengungsian juga harus tetap belajar untuk menghadapi ujian nasional minggu depan (12/6). Hari ini (untuk ujian SD) dilakukan ujian lokal, persiapan menghadapi ujian nasional dibantu oleh para sukarelawan seperti dari team Republika. Team ini melakukan bantuan belajar untuk ujian nasional setiap hari. |
||