Malaysia Mencanangkan Progam Menjadi Negara Maju Pertama dari Negara-Negara OKI

Malaysia berharap dapat menjadi negara pertama OIC (Organisation of the Islamic Conferenre) atau OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang menjadi negara maju pada tahun 2020. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi berkata "Berdasarkan masukkan dari negara-negara angota OIC, saya yakin Malaysia dapat menjadi model negara maju Islam, yang akan dicontoh negara lainnya".

Selanjutnya Ahmad Badawi(10/9) berkata ketika meresmikan Masjid Al-Taqwa di Mak Mandin,"Sejauh ini, belum ada negara anggota OKI yang menjadi negara maju, saya berharap agar kami bekerja keras untuk membangun bangsa kami, dan semoga Allah meridhoi, kami akan menjadi negara pertama OKI yang mencapai status negara maju".

Ia juga mengatakan masyarakat harus mempunyai mental yang kuat dan kemampuan pencapaian ilmu pengetahuan dari berbagai bidang, termasuk bidang ilmu, teknologi dan agama. Setiap muslim harus mengerti dan mengimplementasikan kandungan Al-Quran dalam kehidupan keseharian mereka, karena Quran membimbing pengembangan manusia dan peradaban, juga sebagai petunjuk untuk menggali ilmu pengetahuan.

Badawi mengakui bahwa selama ini negara-negara anggota OKI tertinggal dalam bidang pendidikan. Padahal penduduk negara-negara anggota OKI mencapai 1,3 miliar jiwa. Sayangnya, hanya kurang dari 300 ribu warganya yang dapat dikategorikan sebagai ilmuwan.

Bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya, kondisi ini sangat memprihatinkan. Bandingkan dengan AS, yang memiliki 1,1 juta ilmuwan dan Jepang memiliki 700 ribu ilmuwan. Malaysia yang kini menjadi pemimpin OKI, merupakan negara yang progresif. Badawi yakin bahwa Malaysia akan menjadi model bagi negara-negara anggota OKI lainnya.