Keris Kyai Sapu Jagat

Novel, 10 Mei 2006

Siang ini bukan hanya udaranya yang panas, namun suasana perang juga ikut memanaskan situasi. Situasi seperti ini, bahkan suasana mencekam perang tak membuat beberapa bocah ini kehilangan keriangannya. Mereka hanya bercelana pendek (sejenis kain yang dililitkan dipinggang hingga kebagian bawahnya), memegang tombak yang terbuat dari batang pisang, berlarian sambil mengacungkan tombak mereka ke langit. Mereka bersenandung,

Datanglah Sukiman
Dengan membawa bala tentaranya
Jatisari dan Kuda Api

Datanglah Sukiman
Membela Rakyat
Menghadapi Musuh

Datanglah Sukiman
Menumpas Musuh
Menegakkan Keadilan

Prajurit muda yang sedang minum teh tadi berdiri, "hi bocah kesini"
Anak yang paling besar mendekat.
"Siap komandan, seluruh prajurit sudah siap, kami akan menyerang"
Anak itu kembali bersama teman-temannya.
"Ayo maju, kita maju, terus maju" mereka terus bernyanyi dan berlarian.
"Lara kamu kenal dengan anak tadi"
"Oh itu mas, iya dia anak tetangga" jawab Lara.
"Anak itu begitu bersemangat, siap menghadapi musuh"
"ah mas, namanya juga anak-anak"
"betul juga, untung dia tidak merasakan bagaimana pahitnya berada digaris depan,
berhadap-hadap dengan musuh, tidak ada kompromi, yang ada hanya senjata"
"Biarin aja mas, namanya anak-anak berekspresi"
Lara tersenyum manis.

//===========================>

Disalah satu tenda prajurit, nampak tiga orang sedang sibuk membereskan peralatan perangnya.
"Bagaimana dengan baju sirah ini, masih baguskan?" kata prajurit-1.
"Masih, belum ada rantainya yang putus, mengapa dipakai sekarang" prajurit-2 bertanya.
"ini namanya persiapan kawan, saya ingin sekali bertempur disamping senopati Sukiman"
"Ada apa rupanya"
"Saya dengar kabar, jika beliau bertarung dan sudah mencabut keris kyai Sapu Jagat,
maka yang akan kelihatan hanya cahaya sabetan keris yang berwarna biru"
prajurit-1 menambahkan "Pada perang sebelumnya beliau turun dari kuda dan langsung
menghambur menyambut pasukan kavaleri musuh, pasukan Kuda Api hanya bengong terpesona
melihat panglima perang mereka memimpin perang laksana cahaya yang menyambar kesana kemari"
"benar sekali, saya ingin juga berperang disamping beliau" jawab prajurit-2.
prajurit-3 yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik, kemudian menimpali
"Wah, saya ingin sekali mempunyai keris seperti itu"
"Sontoloyo teman kita ini, keris seperti itu hanya untuk Senopati,
mana mungkin mpu Dasaperak membuat keris khusus untuk kita"
"jangan salah, pasukan Jatisari sudah menerima pembagian keris yang baru, namanya keris serbu-1"
"Keris ini tahan segala cuaca, cuma satu saja pantangannya"
"apa itu?"
"jangan dipakai untuk memotong sayur dan buah"
"mengapa?"
"ini senjata mas! bukan pisau dapur!!"