Konflik Israel-Palestina-Libanon

Ulasan, 25 Juli 2006

Pengungsian besar-besaran terjadi di Libanon menyusul konflik yang kian memanas di wilayah tersebut. Kota-kota besar di sana mulai kosong ditinggalkan oleh penghuninya, bukan hanya warga Libanon juga warga asing yang tinggal disana mengungsi ke wilayah-wilayah yang aman seperti Turki, Yunani dan beberapa negara dikawasan Timur-Tengah.

Aksi militer Israel terus berlangsung, hujanan roket dan bom menghantam wilayah Libanon. Aksi kekerasan Israel dipicu oleh penculikan prajurit mereka oleh Hizbullah. Serangan yang telah banyak menelan korban jiwa warga Libanon serta rusaknya fasilitas dan prasarana kota harus dihentikan. Kita tidak dapat menyaksikan warga sipil yang tak berdaya menjadi korban aksi militer.

Dunia sangat prihatin melihat agresi militer Israel namun langkah kongkrit belum diambil untuk melakukan gencatan senjata oleh semua pihak yang bertikai.

Akar permasalahan utama adalah kemerdekaan Palestina, hidup berdampingan dengan Israel dengan damai. Permasalahan utama ini tidak kunjung tercapai sehingga membuat konflik-konflik baru.

Hal yang sangat utama saat ini adalah menghentikan serangan militer kemudian penyelesaian konflik secara adil. PBB harus bertindak cepat, kalau perlu menggelar pasukan perdamain di wilayah konflik. Beberapa negara seperti Indonesia dan Malaysia siap mengirim pasukan jika diperlukan.

Organisasi Konferensi Islam diharapkan dapat mendesak PBB akan cepat melakukan tindakan untuk mencegah konflik lebih besar dikawasan tersebut. Solusi adil bagi Palestina, Libanon dan Israel adalah satu-satunya solusi yang menjadikan kawasan tersebut damai.