Menyimak Jiffest 2006
Berita, 19 Desember 2005
Jiffest 2006 baru saja berlalu, festival film yang berlangsung 8-17/12/2006 ini menyajikan
berbagai film yang terdiri dari sekitar 200 film dari 35 negara berbeda.
Jiffest 2006
Pada Jiffest kali
ini penyelenggara nampaknya banyak menampilkan film-film Indonesia. Jiffest 2006 baru saja berlalu, festival film yang berlangsung 8-17/12/2006 ini menyajikan
berbagai film yang terdiri dari sekitar 200 film dari 35 negara berbeda. Pada Jiffest kali
ini penyelenggara nampaknya banyak menampilkan film-film Indonesia.
Banyak kesan menarik selama Jiffest, terutama pada puncak pemutaran tanggal 16-17/12 yang
sangat membludak. Sulitnya mendapat tiket, kecuali anda membeli Kartu Emas atau Perak.
Layanan penjualan harian kadang sulit sekali, apalagi jika anda tiba pas saat pertunjukan
akan berlangsung.
Bagi banyak orang kesempatan menonton Jiffest mungkin hanya sabtu dan minggu karena hari-hari
biasa sangat sulit untuk lepas dari aktifitas kerja walaupun Jiffest menyediakan jadwal
pemutaran jam 21:00. Kesempatan menonton aneka film baik itu cerita, dokumenter, musik, dll
tentu tidak boleh diluangkan, redaksi hanya sempat untuk mengulas tiga film yakni:
Russian Dolls
Lima tahun sekembalinya dari Barcelona sebagai mahasiswa, Xavier ternyata belum dewasa. Dia
bercita-cita menjadi penulis terkenal hanya menjadi penulis sinetron sementara diusianya yang
dewasa dia masih seorang diri.
Perubahan terjadi saat ia menjalani perjalanan ke Rusia menghadiri pernikahan sahabatnya,
mampukah Xavier menjadi dewasa dan menemukan gadis impiannya? bagaimana jika ada gadis lain
yang lebih memenuhi kriteria?
Pesan: Lebih baik mengarungi hidup ini berdua daripada seorang diri
Walking on The Wild Side
Disebuah desa terpencil di China, Xiping bergaul dengan dua berandalan,
Liu Liu dan Erbao. Nasib ketiga ABG ini berubah total ketika mereka
melukai Xiaosi sehingga luka parah, panik akan kejadian tersebut ketiganya
merantau untuk mencari tempat yang lebih baik
Pesan: ABG + Orang Tua = Benar
ABG + ABG = Sesat
Look Both Ways
Sebuah kecelakaan kereta api menghubungkan beberapa peristiwa, seorang
seniman yang tenggelam dalam imajinasi, seorang karyawan yang tiba-tiba
divonis kanker, pacar yang hamil, seorang yang tiba-tiba terkenal dan
Masinis kereta api yang trauma. Awalnya kehidupan mereka terasa suram
menghadapi masalah mereka masing-masing, namun keadaan dan interaksi
membuat mereka dapat menghadapi kenyataan. Kini mereka siap menghadapi
kenyataan dengan semangat dan energi baru.
Pesan: Your not alone on this planet, you have parents, friends, neighbors,
partner and me.