Perbaikan Iklim Investasi Akan Menaikkan Jumlah Investor Asing.

Berita, 09 Januari 2006

Minggu-minggu terakhir ini ramai dibicarakan salah seorang pialang saham Amerika Serikat, George Soros. Soros yang dituding menyebabkan kiris ekonomi di Asia ini, selama kunjungannya di Jakarta berbicara mengenai iklim investasi di Indonesia serta tuduhan bahwa dirinya sebagai biang keladi krisis ekonomi Asia tahun 1998.

"Tuduhan yang betul-betul omong kosong. Saya tidak punya hak untuk menggunakan uang saya untuk kepentingan politik," katanya dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi yang tergabung dalam Editor's Club di Jakarta, Kamis (5/1).

Ia membantah tuduhan bahwa ia adalah aktor dibalik krisis Asia, sebagaimana dikatakan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. Menurut Soros yang bisa mengontrol sistem keuangan adalah otoritas yang berwenang, sedangkan dia hanya pelaku pasar. Tanggungjawab untuk mengontrol keuangan ada pada otoritas, sedangkan dia hanya melihat dan bertindak atas dasar perkembangan pasar.

Dalam perbincangan di Editor's Club di Jakarta (5/1), Menjawab pertanyaan apakah dirinya puas dengan pemerintahan Indonesia sekarang ini, Soros mengatakan sebagai orang luar yang baru pertama kali ke Indonesia ia merasa senang dengan penyelesaian masalah Aceh dan penangkapan teroris yang meresahkan dunia internasional.

"Saya kira dia (Presiden Yudhoyono) telah berhasil dan publik harus mendukungnya," jelas Soros.

Tanggapannya mengenai investasi dan perekonomian Indonesia, Soros melihat bahwa pemerintah telah berhasil memperbaiki iklim investasi, namun tetap diperlukan kepastian hukum untuk HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kebijakan pemerintah seperti menaikkan BBM turut menstabilkan Ekonomi, hal lain yang perlu dilakukan adalah peningkatan kapasitas dan monitoring transparansi anggaran daerah.