HIDUP BAHAGIA TIDAK HARUS MAHAL

Riset, 14 Juli 2006

Judul diatas bukan basa-basi dan memang hal yang nyata bahwa kebahagiaan ternyata tidak perlu mahal. Kebahagiaan yang dahulu selalu dikaitkan dengan pendapatan tinggi serta belanja yang tinggi atau dalam teori ekonomi ada Gross National Produk atau Product Domestik Bruto ternyata kurang mencerminkan tingkat kebahagian.

Beberapa waktu lalu sebuah yayasan ekonomi yang berbasis di Inggris memperkenalkan sebuah metode yang disebut "Happy Planet Index" (Tingkat Kebahagiaan). Rumus yang dipakai untuk menghitung HPI adalah Kepuasaan Hidup dikali Harapan Hidup dibagi Ekologi. Hal yang belum jelas mungkin adalah Ekologi, Parameter Ekologi adalah seberapa luas lahan/tanah yang digunakan untuk pangan, hutan, wilayah laut untuk perikanan dan terutama adalah lahan hijau untuk memproses kembali emisi CO2 agar aman buat lingkungan.

Formula baru ini mengembalikan sudut pandang ekonomi pada hal yang mendasar yakni: sumber daya dan hasilnya (kebahagian atau manfaat untuk manusia). Hasil penelitian HPI ini menempatkan Vanuatu pada peringkat atas tempat paling bahagia dibumi. Vanuatu adalah negara kepulauan kecil di Pasifik Selatan yang berpenghuni 209.000 orang dan termasuk negara berkembang alias negara belum kaya.

Vanuatu berdasarkan PDB berada pada nomor 207 dari 233. Mata pencaharian utama adalah perikanan, pertanian dan wisata. Lima besar hasil penelitian ini adalah Kolombia, Kosta Rika, Dominika, Panama dan Cuba. Negara-negara ini adalah negara Amerika Selatan, Tengah, dan Karibia, semuanya juga adalah negara berkembang.

Hidup bersahaja ternyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat Vanuatu. Masyarakat Vanuatu hanya khawatir terhadap topan badai, kehidupan masyarakat yang dekat, saling tolong menolong membuat mereka bahagia.

Negara-negara makmur yang kita kenal selama ini ternyata menempati urutan yang jauh, Inggris diposisi 108, Jerman ke-81, Amerika Serikat ke-150, Brunei ke-100, Uni Emirat ke-150, Arab Saudi ke-89. Hasil ini memperlihatkan kemajuan perekenomian tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan.

Hasil HPI menempatkan Indonesia pada posisi ke-23, peringkat yang cukup baik dimana Indonesia mempunyai nilai untuk Kepuasan Hidup 6.6 (Maks 8.2) dan Harapan Hidup 66.8 (Maks 82).