![]() |
||
|
Gempa Bumi di DIY Berkekuatan 5,6 Skala Ritcher Berita, 27 Mei 2006 Pagi tadi, tepatnya pukul 05.54 WIB terjadi gempa di Yogyakarta dengan kekuatan gempa sebesar 5,6. Getaran gempa dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta, Jawa Timur bagian selatan dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Gempa ini disebabkan oleh aktivitas patahan/sesar aktif di daerah bagian selatan Yogyakarta berarah barat daya-timur. Aktivitas patahan aktif itu, kata Kepala Badan Geologi Bambang Dwiyanto kepada pers di Bandung, Sabtu, adalah berdasarkan kedalaman sumber gempa bumi.Menurut Bambang, berdasarkan pusat informasi gempa bumi USGS Amerika Serikat, gempa itu tercatat memiliki kekuatan Mw 6,2 atau 5,6 skala ritcher pada kedalaman 17,1 kilometer dengan lokasi pusat gempa terletak di dekat pusat pantai pada koordinat 8,007 derajat LS-110,286 derajat BT atau terletak pada posisi kurang lebih 25 kilometer barat daya Yogyakarta dan sekitar 115 kilometer selatan Kota Semarang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Sabtu siang meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta untuk mengetahui situasi terakhir disana. Pesawat kepresidenan itu juga membawa Ibu Ani Yudhoyono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menko Polhukam Widodo AS serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Rombongan presiden dijadwalkan tiba di Solo sekitar pukul 16.00 WIB. Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq hari Sabtu sore mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan sumbangan seperti kantong mayat, obat, makanan serta tenda karena petugas di Yogya kekurangan kantong mayat untuk memakamkan para korban itu secepatnya. Sementara itu sejumlah pengusaha di berbagai kota sudah mulai mengulurkan tangan mereka seperti mengirimkan mie instan agar bisa cepat disantap oleh para korban. Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, hingga pukul 15.45 WIB tercatat sebanyak 2.091 orang. Data Posko Bencana Gempa Bumi Kabupaten Bantul, Sabtu menyebutkan dari 2.091 korban tewas tersebut, terbanyak di Kecamatan Plered mencapai 419 orang, Kecamatan Pundong (294 orang), Kecamatan Jetis (263 orang), dan Kecamatan Bambanglipuro (230 orang). Disamping korban meninggal, korban luka berat 1.017 orang, luka ringan 872 orang. Dari 17 kecamatan di Kabupaten Bantul, bangunan yang roboh tercatat mencapai 3.024 unit. Sedang tempat pengungsian para korban sampai sekarang dipusatkan di beberapa titik, diantaranya di Lapangan Dwi Windu, Kecamatan Madukismo, Lapangan Trirenggo, Lapangan Wukirsari, dan Lapangan Ganjuran. Sedang untuk korban luka berat dan luka ringan dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain RS Gebukan, RSUD Bantul, dan RS PKU Muhammadiyah Bantul. |
||