![]() |
||
|
Indonesia Evakuasi Warganya Dari Timor-Timur Berita, 31 Mei 2006 Pemerintah RI melakukan evakuasi terhadap warganya dari Timor-Timur karena situasi dikota Dili makin mencekam, aksi kelompok bersenjata yang berasal dari militer yang dipecat menyebabkan korban jiwa, toko-toko serta rumah terbakar. Keadaan kota malam hari begitu sunyi hanya kendaraan militer dan PBB yang lalu-lalang. Kondisi ini merupakan kondisi terburuk di Timor-Timur, bahkan saat masih berada dalam kesatuan RI situasi seperti ini belum pernah terjadi. Kerusuhan yang terjadi di Timtim saat ini, sudah mengarah pada etnis antara orang Timtim di blok barat (Loromonu) dan orang Timtim yang ada di blok timur (Lorosae). Pemerintah RI telah melakukan evakuasi sejak 27 Mei, sebelumnya warga negara RI berlindung diKBRI. Ribuan WNI ini dievakuasi menggunakan pesawat Hercules TNI-AU dalam beberapa kelompok terbang (Kloter) menuju Pangkalan Udara (Lanud) El Tari, Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). "Kami telah memberangkatkan 7 kloter WNI dengan bantuan sepenuhnya dari TNI-AU. Masih 3 Kloter lagi menunggu untuk dievakuasi. Setiap kali pemberangkatan kira-kira berjumlah 140 orang. Dengan demikian, keseluruhan WNI yg dievakuasi berjumlah kurang lebih 1.400 orang dewasa dan anak-anak," kata Sekretaris II Bidang Politik Penerangan dan Sosial Budaya (Polpensosbud) KBRI di Dili, Leroy Siagian kepada ANTARA, dari Dili, Senin (29/5) malam. Ketidakmampuan pihak pemerintah Timor-Timur meredam konflik bersenjata tersebut seperti terungkap oleh Menteri Luar Negeri Timor Leste, Jose Ramos Horta, Kamis (25/5) . "Kami tidak dapat mengendalikan situasi. Negara ini membutuhkan bantuan pasukan perdamaian untuk melucuti senjata pasukan pemberontak," katanya. Hingga kemarin (30/5) situasi Timor Timur masih mencekam, aksi baku tembak, pembakaran rumah dan bangunan tetap terjadi. Aksi penjarahan selalu menyertai pembakaran rumah dan gedung. Mereka terlebih dahulu menjarah sebelum membakar bangunan tersebut. Ini merupakan sejarah paling kelam dalam lembar sejarah Timor-Timur. Tanpa persiapan negeri baru ini terjerumus aneka masalah; pengangguran, ekonomi merosot, bahkan pertikaian suku. Tahun 2004 lalu, lima tahun setelah meneguk kemerdekaan, pendapatan per kapita rakyat Timor Leste menurun drastis menjadi hanya 370 dolar AS per tahun. Jumlah itu jauh di bawah angka 10 tahun sebelumnya, ketika Timor Leste masih menjadi bagian Indonesia |
||