![]() |
||
|
Penggunaan Dinar Dirham Untuk Menyeimbangkan Nilai Tukar Rupiah. Berita, 22 September 2005Meneg BUMN, Sugiharto meminta Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) untuk merumuskan praktik penggunaan mata uang Dinar dan Dirham. "Saya usulkan audensi khusus IAEI dengan Presiden untuk memberikan penjelasan tentang ini" kata Sugiharto dalam seminar internasional ekonomi syariah di Medan (18/9). Menyusul terpuruknya kurs rupiah, kini sedang dikaji penggunaan mata uang emang dinar dan dirham serta untuk menarik investasi dari timur-tengah. Penggunaan dinar dan dirham telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu dan telah menunjukkan ketangguhannya. Sejak zaman Khalifah harga ayam setara dengan satu dirham, harga ini sama dengan keadaan saat ini, ini berarti selama lebih 1400 tahun inflasi mendekati nol. Sebelum dunia menggunakan mata uang sebagai patokan perdagangan, masyarakat dunia telah menggunakan emas sebagai basis perdagangan antar negara. Namun setelah perang dunia kedua berakhir, Amerika membantu sekutu-sekutunya dengan mengucurkan dana bantuan dollar yang dikenal dengan kebijakan Bretton Wood. Maka semenjak itulah AS dengan sendirinya tidak lagi memakai standar emas. Usulan penggunaan dinar dan dirham, karena alat ini tidak tergantung hanya pada fluktuasi harga minyak dunia. Penerapan dinar dan dirham tentu saja harus melibatkan otoritas moneter yakni Bank Indonesia (BI). |
||