Seputar Buku Mantan Presiden BJ Habibie

Ulasan, 05 Oktober 2006

Buku yang berjudul "Detik-Detik Yang Menentukan" yang mengungkap seputar pergantian kekuasaan pada Mei 1998 ini banyak menuai kritik. Beberapa isu sentral yakni mengenai kudeta dan juga masalah Timor Timur.

Hal menarik berbicara mengenai demokrasi dan Timor Timur. Banyak sekali yang berbicara mengenai kemajuan kita berdemokrasi hal mana yang membuat kita merasa terheran-heran? tentu saja heran karena peradaban kita yang sudah tua ini masih dipertanyakan mengenai pelaksanaan demokrasi.

Penjelasan berikut sangat jarang ditemukan diliteratur-literatur umum, demokrasi telah kita jalankan dan paling pertama diperadaban dunia sejak Rasulullah Muhammad menjadi pemimpin, kemudian diganti oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman dan Ali bin Abi Thalib. Pergantian kekuasaan ini berlangsung secara demokrasi dan baru pertama kali terjadi sebuah imperium yang maha luas melakukan pergantian kekuasaan secara demokrasi dan damai. Sehingga jika kita ingin mengambil contoh demokrasi contohlah para Kalifah ini.

Literatur kita begitu kaya, bayangkan imperium yang hampir selama 13 abad ini memberi banyak pengetahuan. Banyak negarawan yang begitu mengagumkan, selain empat Khalifah Islam pertama tadi, beliau-beliau tersebut:
- Umar bin Abdul Aziz (718M)
- Harun ar Rasyid (786M)
- Salahuddin Ayyubi (Saladin) (1187M)
- Bayazid Yildrim (1396M)
- Timur Leng (1402M)
- Muhammad II (1453M)
- Sulaiman Agung (1495M)

Para Khalifah ini telah memberi contoh, bukan hanya pergantian kekuasaan namun juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat telah meningkatkan penguasaan ilmu dan teknologi, pada masa itu pendidikan diperoleh secara cuma-cuma sehingga banyak ilmuwan dan para sarjana yang berhasil mencapai karya gemilang diberbagai bidang.

Kembali ke masalah demokrasi kita telah diajari agar peralihan itu berjalan dengan bagus, sehingga para pemimpin bangsa dapat fokus untuk memajukan bangsa ini.