Sesama Bis Kota Dilarang Mendahului

Ilmu dan Teknologi, 21 November 2006

Bukankah kalimat diatas sering kita baca? mengapa tulisan begitu besar sehingga bisa dibaca oleh penumpang, bukan hanya oleh supir bus? ingin tahu, baca saja artikel ini.

Tulisan diatas sering kita baca, padahal sebenarnya kalimat itu ditujukan pada pengemudi bis agar tidak menyalip bis didepannya. Kita semua tahu bagaimana fatalnya jika bis ini saling salip, selain membahayakan penumpang juga membahayakan kendaraan lain disekitarnya. Intinya peraturan diatas membudayakan budaya antri, kalimat itu begitu besar agar para penumpang terbiasa dengan budaya antri.

Antri, mengantri tentunya bukan penampakan yang aneh karena sering banget dilihat, misalnya ngantri di ATM, ngantri beli makanan di warung cepat saji, atau ngantri untuk membeli tiket masuk.

Budaya antri memang kelihatan begitu penting, bahkan untuk membayar dikasir pun sangat diperlukan. Jangan sampai ada yang merasa terburu-buru seenaknya saja nyalip kedepan.

Perhatikan kejadian berikut yang menggambarkan betapa asiknya antri. Antant sedang berdiri mengantri makanan cepat saji, mengesalkan memang.
"Waduh memang beli makanan berapa paket, udah setengah jam nih"
Pramuria: "sabar Mas, ini tinggal 15 paket lagi"
Gadis didepan: "sabar donk Mas, ih ganteng-ganteng galak"
Antant: "gimana sih, bukan begitu donk, hi centil, mestinya tuh, bawa kertas terus tulis 'beli banyak, jangan ngatri dibelakang gue'"
Gadis : "?Opl:P(80swr" (artinya menggerutu nggak jelas)

akhirnya selesai juga gadis itu, sekarang giliran Antant
Pramuria: "Mas anda memperoleh es krim, mau rasa apa?"
Antant: "wah, ane nih udah ngatri 40 menit, memang yang ada cuma es krim. Topi, T-Shirt nggak ada?"

Inti Cerita: Antrilah dengan bijak, carilah antrian yang paling pendek