Kemuliaan Seseorang Bukan Karena Dia Pejabat, Berilmu, Kaya, Miskin, Tampan, Hitam atau Putih

Islam, 18 Mei 2006

Interaksi sosial dalam masyarakat bukan hanya terjadi antara antar suku atau ras tapi juga melibatkan antar negara.

Dalam interkasi tersebut kaum muslimim saling kenal mengenal dengan anggota masyarakat dunia. Interaksi budaya terjadi, kadang diantara kita terkagum-kagum atas keberhasilan orang lain, baik itu berupa pencapaian materi maupun pencapaian ilmu dan teknologi.

Bahkan, kadang kita melihat diri sendiri, golongan kita berada dalam keterpurukan, tak berdaya, hitam bahkan dijauhi. Lalu dimanakah letak kemuliaan seseorang? apakah karena dia kaya, tampan, cerdas, tangkas, harum? apakah karena dia tak berdaya, miskin, hitam, tak mampu beli parfum maka dia terhina.

Sesungguhnya yang mulia diantara kita adalah orang yang paling bertakwa. Siapakah manusia bertakwa ini? dia adalah seorang yang beriman dan beramal saleh.

Saya tidak perlu lagi panjang lebar menerangkan hal-hal apa saja yang termasuk beramal saleh, namun saya ingin memberi salah satu sifat dari orang bertakwa yakni tidak bermegah-megahan.

Makna tidak bermegah-megahan adalah apa saja rezeki yang dia terima hari ini adalah yang terbaik baginya, tentu saja dia tak menampik jika di keesokan harinya rezekinya bertambah. Namun dia tidak tamak, dia dapat menyeimbangkan arti menerima dan memberi, dia hidup selaras dengan masyarakat sekitarnya.

Kesimpulan :

Islam memandang kemuliaan seseorang dari ketakwaannya, ya hanya ketakwaannya.

Sumber Hukum :

Al-Bayyina (98:7)

Inna allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati ola ika hum khayru albariyyati

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh itu adalah sebaik-baik makhluk.

At Tin (95:4)

Laqad khalaqna al insana fee ahsani taqweemin

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Al Hujraat (49:13)

Ya ayyuha annasu inna khalaqnakum min thakarin waontha wajaAAalnakum shuAAooban waqaba ila litaAAarafoo inna akramakum AAinda Allahi atqakum inna Allaha AAaleemun khabeerun

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan maha Mengenal.