![]() |
||
|
Bencana Datang Silih Berganti Berita, 09 Januari 2006 Bencana datang silih berganti, Jember dilanda banjir bandang dan tanah longsor, musibah banjir bandang yang terjadi hari minggu (1/1) telah merengut korban, baik meninggal maupun korban luka serta kerugian material. Bencana kemudian melanda Dusun Gunungraja Desa Sirejuk, Kecamatan Banjarmangun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Banjarnegara dilanda tanah longsor (4/1) pukul 03.00 yang menelan korban 15 orang meninggal dan 93 orang lainnya hilang. Menanggapi kejadian di Jember, Dirut PT Perhutani, Transtoto Handadari menegaskan bahwa banjir dan tanah longsor yang menimpa kawasan sekitar Kecamatan Panti adalah akibat curah hujan yang tinggi, bukan karena hutan yang gundul sebab hutan di atas 92 persen masih tertutup atau cukup baik kondisinya. Selain itu, karakteristik geografi di wilayah Panti dan sekitarnya berada pada lereng Hyang Argopuro yang kemiringannya sangat landai disertai cekungan-cekungan terisi air di atasnya. Menurut dia, curah hujan sebelum terjadi musibah mencapai 115 mm/hari selama tiga hari berturut-turut. "Bencana-bencana seperti di Jember dan kini di Banjarnegara itu, adalah sebuah potret kerusakan lingkungan di Indonesia, yang prosesnya panjang sejak bertahun-tahun," kata Prof Dr Ir Dedi Soedharma, Direktur Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB kepada Antara di Bogor, Rabu. Mengantisipasi terjadinya bencana alam, dapat dilakukan seperti yang tengah dilaksanakan Pemprov DIY di wilayah rawan bencana longsor Kabupaten Kulonprogo, masyarakat diimbau untuk pindah dengan mengikuti program transmigrasi lokal. Langkah-langkah telah diambil untuk proses evakuasi korban dan pencarian korban, sebagian korban selamat masih dirawat dirumah sakit. Dalam jangka pendek penanganan bencana adalah proses penyelamatan korban bencana, dalam jangka panjang akan dilakukan perbaikan lingkungan, pemetaan daerah rawan bencana maupun relokasi penduduk. Marilah kita berdoa agar bencana-bencana yang terjadi ditanah air Insyaallah tidak terjadi lagi, bencana-bencana ini merupakan cobaan dari Allah agar kita selalu mendekatkan diri kepadanya, meningkatkan keimanan dan taqwa kepadanya. Rabbi lau syikta akhlaktahum min kablu waiyya. Atuhlikuna bima paala supahau minna. in hiya illa fitnatuka tudhillu biha man tasyau wa tahdiman tasyau. Anta waliyyuna fagphirlana war hamna. Wa anta khairal ghafirin. waktubbe lana fi hazhihi dunya hasanatan wa fil akhirati inna hudna ilaika. Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan
mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena
perbuatan orang-orang yang kurang akal diantara kami? Itu hanyalah
cobaan dari Engkau. Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang
Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau
kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah
kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan,
tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya
kami bertobat kepada Engkau. |
||