Analisa Kenaikan BBM, Semestinya Seberapa Besar Kenaikan BBM?

Ekonomi, 03 Oktober 2005

Besaran kenaikan harga BBM akhirnya diumumkan juga(1/10). Ini merupakan anti klimaks setelah beberapa hari menunggu kenaikan harga BBM. Menjelang kenaikan harga BBM, terjadi antrian panjang di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), hal mana yang membuat kemacetan di jalan-jalan. Antrian bukan hanya terjadi di SPBU, namun juga terjadi di supermarket-supermarket. Pemandangan seperti ini selalu saja kita jumpai saat akan terjadi kenaikan BBM.

Kenaikan harga BBM yang rata-rata diatas 80% bahkan minyak tanah sampai 185,71%(lihat tabel kenaikan harga BBM) memang keterlaluan. Kenaikan BBM yang dipicu oleh kenaikan minyak dunia sepatutnya dilakukan bijaksana.

 
Harga 1/9/2005
Harga 1/10/2005
Perubahan
Premium
2.400
4.500
87,5%
Solar
2.100
4.300
104,76%
M. Tanah
700
2000
185,71%

Mari kita lihat fluktuasi harga minyak dunia(contoh premium), diawal maret harga minyak dunia masih diangka 2.740, namun harga terus menanjak sampai pada posisi 5.600, posisi ini sejak pertengahan bulan september belum bergeser.

  14 Maret 2005 1 Agustus 2005 1 Oktober 2005
Premium
2.700
4.940
5.600
Solar
2.700
4.740
5.350
M. Tanah
2.870
4.640
5.160

Berikut ini adalah tabel harga bensin dunia dibeberapa negara tetangga.

  Malaysia Filipina Myanmar Vietnam
Premium 4.900 5.900 3.900 6.300
Solar 4.300 5.500 2.800 5.600
M. Tanah   5.600   5.600

  Indonesia Malaysia Filipina Vietnam
GNP/ kapita ($)
741
3.842
1.097
457
Premium
4.500
4.900
5.900
6.300
Perbandingan
0,165
0,784
0,186
0.073

Komponen harga BBM ini (contoh premium), kemudian kita bandingkan dengan GNP (Gross National Product) per kapita (2003). Perbandingan GNP/BBM di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Dapat anda kalkulasi sendiri, namun hasilnya kenaikan BBM saat ini sangat tinggi, bandingkan dengan Filipina yang mempunyai GNP 1.097, harga bensin disana Rp 5.900. Jika kita membandingkan Indonesia dan Filipina maka kenaikan BBM seharusnya 741/0.186 = Rp 3.984. Bagaimanapun keputusan kenaikan BBM per 1 Oktober telah diumumkan, tanggung jawab pemerintah selanjutnya mengontrol kenaikan sembako, transportasi. Agar kenaikan sembako dan transportasi tetap wajar. Selain itu pemantauan penyaluran dana kompensasi subsidi BBM terus dilaksanakan, kedepan diharapkan kompensasi BBM bukan hanya bentuk tunai tapi dalam bentuk jaring pengaman sosial (JPS), JPS bagi kaum miskin ini berupa :

  • Fasilitas kesehatan yang terjangkau atau gratis.
  • Sembako yang terjangkau.
  • Fasilitas pendidikan bagi anak-anak.