INDONESIA HARUS SEMAKSIMAL MUNGKIN MENGAMANKAN KEKAYAAN LAUT INDONESIA

Berita, 27 April 2006

Kekayaan laut yang melimpah merupakan sumber daya yang potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sayangnya potensi laut ini belum optimal dimanfaatkan, apalagi banyaknya kegiatan 'Illegal Fishing' marak terjadi diperairan Indonesia.

Kekayaan laut bukan hanya karena banyaknya jenis ikan di Indonesia namun juga objek laut untuk wisata bahari, selam, berenang perlu dijaga dan dilestarikan.

Menjaga laut kita bukanlah tugas yang mudah. TNI Angkatan Laut bertugas untuk mengamankan laut kita, kemampuan armada laut kita sejak dahulu kala amat terkenal, bagaimana armada Sriwijaya, Majapahit, Demak dan Makassar mengamankan perairan Indonesia.

Di tahun 1960-an Indonesia yang saat itu masih remaja memiliki armada laut yang disegani dilautan. Saat itu tercatat sedikitnya 104 kapal perang siaga mengamankan lautan kita dari musuh.

Pengamanan laut juga didukung oleh keandalan kapal selam. Sejarah militer telah mencatat bagaimana hebatnya peran kapal selam, kapal selam menyebar teror dari dasar laut. Dalam kesiagaan matra laut kita tertinggal oleh Singapura, Singapura saat ini paling tidak memiliki enam buah kapal selam. Luasnya wilayah laut yang harus dijaga tentu saja membutuhkan armada kapal yang lebih banyak.

Peningkatan dan peremajaan Alutsista (alat utama sistem kesenjataan) sangat perlu untuk menjaga keamanan perairan Indonesia serta nampakberwibawa di mata negara asing, setidaknya Indonesia perlu mengoperasikan 80 Sukhoi 27/30, 40 unit MIG 31, 40 kapal korvet, 30 fregat, 30 kapal perusak, 20 kapal selam, 100 heli serbu, serta pesawat transpor dan ribuan tank.

Kesiapan Alutsista harus didukung dengan kesiapan personal, matra laut dan udara yang merupakan garis depan pertahanan harus mampu memperlihatkan kekuatan taktis. Latihan taktis pendaratan tentara yang melibatkan ratusan pesawat transpor dan kapal sedapatnya sering dilakukan. Langkah diatas dapat mencegah adanya intervensi asing yang mencoba hendak masuk ke Indonesia.