Al Quran Memberi Arah Pada Perkembangan Teknologi

Sains, 11 April 2006

Allah memerintahkan manusia untuk menyelidiki dan merenungi keberadaan langit, bumi, gunung, bintang, tumbuhan, binatang, pergantian siang dan malam dan ciptaan-ciptaan-Nya yang lain. Dengan begitu manusia akan menyadari keindahan ciptaan-ciptaan Allah disekitarnya dan pada akhirnya mengenali Allah sebagai zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya.

Ilmu dan teknologi memberi jalan untuk mengkaji alam semesta beserta isinya agar dapat menemukan keindahan dan memahami ciptaan-Nya. Islam tidak hanya mendorong dilakukannya riset mengenai sains, tetapi juga mengarahkannya dengan didukung oleh fakta-fakta yang terdapat dalam Al Quran agar hasilnya meyakinkan dan tepat guna.

Fenomena alam yang akan kita amati pertama kali adalah orbit, rujukan dalam Al Quran :

QS Al Anbiyaa 21:33

- Wahuwa allathee khalaqa allayla waannahara waashshamsa waalqamara kullun fee falakin yasbahoona.

- Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar didalam garis edarnya.

- It is Allah Who created the Night and the Day, and the sun and the moon. all (the celestial bodies) swing along, each in its rounded course.

QS Yaasin 36:38

- Waashshamsu tajree limustaqarrin laha thalika taqdeeru alAAazeezi alAAaleemi

- dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

- and the sun runs his course for a period determined for him. That is the decree of (Allah), the Exalted in Might, the All-Knowing.


Fakta-fakta telah disampaikan Al Quran ini ditemukan dengan pengamatan perbintangan masa kini. Menurut perhitungan ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan sangat tinggi yaitu 720.000 kilometer/jam ke arah bintang Vega dalam orbit tertentu yang disebut Solar Apex.

Ada sekitar 200 miliar galaxi di alam semesta yang terdiri dari hampir 200 miliar bintang pada setiap galaxi. Selama berjuta tahun, setiap benda langit ini beredar pada orbitnya sendiri dalam keselarasan dan kesempurnaan.


Tentu saja pada waktu Al Quran diturunkan umat manusia belum mempunyai teropong bintang masa kini atau teknologi pengamatan yang maju untuk mengamati miliaran bintang dilangit. Sehingga pada waktu itu belum dapat dijelaskan secara ilmiah, namun Allah menyatakan peristiwa alam tersebut dalam Al Quran karena Al Quran adalah firman Allah.

(Sumber : HarunYahya)