 |
 |
|
 |
 |
|
Arung Jeram, inilah
olahraga yang memberikan tantangan yang mendebarkan
sekaligus mengasikkan, sebelum anda melakukannya akan
diberikan pengarahan singkat mengenai teknik yang
dilakukan selama anda melakukan arung jeram.
Perjalanan dimulai
dari Haris Kuta Hotel tempat saya menginap. Kami dijemput
dengan sebuah bis, arung jeram akan dilakukan disebuah
desa yang jaraknya akan memakan waktu satu jam perjalanan
dengan bis.
Saat kami tiba, sudah
banyak peserta lain terlebih dahulu, tempat ini merupakan
daerah ketinggian, bis kami tadi menyusuri tanjakan
yang berkelok-kelok. Didepan nampak bangunan rumah
panggung terbuat dari kayu, disini anda harus mendaftar,
kemudian akan dimasukkan kedalam sebuah tim, 1 tim
biasanya beranggotakan 4 orang dan 1 orang kapten.
Pengarahan teknik Arung Jeram diberikan oleh seorang
pemandu, beberapa yang harus anda kuasai yakni (1)
Maju, anda harus harus mendayung maju (2) Mundur,
anda harus mendayung mundur (3) Kanan, anggota tim
bagian kanan mendayung (4) Kiri, anggota tim bagian
kiri mendayung (5) Rebah, dari posisi duduk, dengan
dayung dipangkuan, anda rebahkan badan kebelakang,
ada rintangan berupa jembatan bambu, jembatan ini
begitu dekat kira-kira cuma berjarak 20 cm (6) Benturan,
dari posisi duduk, dayung dipangkuan tangan anda memegang
tali di boat, dan kaki diluruskan kedepan dengan kuat,
boat anda akan membentur batu besar atau tebing dikanan
kiri sungai , Kapten anda duduk dibelakang, dia yang
akan memberi komando kepada tim, dan bertanggung-jawab
kepada tim. |
|
|
| Perlu juga
anda perhatikan, jika terjatuh dari boat, jangan panik,
jangan mencoba berenang, regulasi internasional mengharuskan
anda tetap tenang, berusaha sebisa mungkin tetap berdiri,
jika tidak bisa anda duduk dengan membelakangi arus,
kapten dan tim akan menolong anda. Arung jeram ini
akan memakan waktu kuang lebih dua jam, ditengah perjalanan
anda pos pemberhentian untuk isstirahat, sungai yang
akan kita telusuri mempunyai ketinggian setengah meter,
dimusim hujan ketinggian air akan meningkat dan menjadi
sangat berbahaya bagi para peserta. Keterangan gambar(1)
Arus sungai,(2) Saya dan tim sedang beraksi, (3) Bebatuan
yang harus anda lewati (4) Arus sungai cukup deras,
disini anda tidak perlu mendayung boat, (5) Pos pemberhentian
ditengah jalan, (6) Foto bareng dengan tim lain. Akhirnya
selamat berolahraga. |
|
|
|
|
Saat mulai satu persatu boat melaju, jaraknya kira-kira setiap 10 menit, menyusuri sungai yang airnya begitu jernih,
pemandangan dikiri-kanan sungai dihiasi tanaman liar, jika anda bawa kamera digital jangan lupa pake housing anti air,
arus sungai kadang keras dan lambat, ditikungan banyak batu besar yang harus dihindari, kadang harus berbenturan dengan
dengan boat. Kewajiban anda adalah mendengar komando dari sang kapten. Setelah kurang lebih satu jam, kitapun sampai di
pos persinggahan, mula-mula anda harus mendayung mundur untuk mengurangi kecepatan, setelah itu bagian kiri
mendayung agar boat merapat kekanan. Tetap diam kapten akan turun terlebih dahulu, kemudian seluruh tim.
Kami beristirahat setengah jam, kemudian perjalan dilanjutkan. Diujung perjalan anda akan menemui dam, anda dan tim akan loncat bersama
boat untuk menuruni dam tersebut. Selepas dam, perjalanan telah selesai, diatas sudah menunggu makan siang, dikantin ini tersedia
berbagai jenis sate, gado-gado, nasi putih dan nasi goreng, gule dan tumis kecap sapi. Hanya hati-hati untuk jenis sate,
karena ada juga yang tidak halal, untung saja, penyaji makanan, memperingatkan saya, 'Maaf mas, yang halal disebelah sana, disana
ada ayam dan kambing". Santap siang selesai sekitar jam 1, kamipun beranjak untuk kembali ke Kuta, pembaca berakhirlah Arung
Jeram kali ini, sampai jumpa di tulisan mendatang.
|
|
|
 |
|