Menginjak pertengahan Mei hujan masih sering turun padahal tahun-tahun sebelumnya hujan
paling akhir turun akhir Pebruari. Musim hujan memang membuat cuaca lebih dingin namun
mau pergi kesana-sini jadi enggan maklum naik motor. Basah memang sudah pasti kalau
nekad menerobos hujan tapi yang paling mengesalkan kena cipratan air bercampur tanah.
Meskipun musim hujan tidak berarti Jakarta sepi kegiatan khususnya olahraga karena hari
ini dimulai pertandingan piala Thomas dan Uber. Pertandingan beregu putra-putri ini sangat
bergengsi, karena inilah pertandingan beregu yang menentukan negara mana yang bakal jadi jawara
di beregu putra dan putri. Tim Indonesia yang berjaya selama delapan kali berturut-turut
menjuarai piala Thomas dan Uber akan tampil maksimal, terakhir pada tahun 2002 memenangi kejuaraan
ini tim mempunyai motivasi kuat untuk mengulang sukses tentunya anda masih ingat bagaimana saat
Hendrawan setelah memastikan poin kemenangan untuk tim harus berlari menghindari histeria massa.
Suka cita itu sungguh mempesona, maju tim Indonesia!
Saya berdebar-debar bukan hanya karena menonton tim Indonesia, adalagi hal yang ditunggu-tunggu
hingga membuat saya berdebar. Kenaikan BBMlah yang membuat berdebar, dipastikan naik meskipun
besarnnya dan kapan belum ditentukan telah membuat aksi borong BBM disebagian masyarakat.
Memang serba sulit ditengah gejolak ekonomi dunia dan harga BBM yang melambung membuat
kenaikan BBM tak terhindarkan. Penggunaan secara bijaksana BBM merupakan hal yang tepat selain
menemukan sumber energi lain seperti kincir angin yang digunakan China dan Belanda, kartu pintar
BBM diharapkan dapat mengontrol penggunaan BBM oleh masyarakat. Kartu pintar ini memang belum disosialisasika
namun penggunaannya diharapkan dapat mengontrol penggunaan BBM yang berujung pada penghematan komoditi
langka ini.